Refarming 2.1 GHz Selesai, Rudiantara Minta Operator Bersaing Rasional

16-04-2018

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara meminta operator bersaing rasional terlebih setelah selesainya penataan ulang (refarming) pita frekuensi radio 2.1 GHz baru-baru ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Rudi antara pada acara konferensi pers di Gd. Menara Merdeka (16/4).

Jakarta (SDPPI) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengingatkan seluruh operator telekomunikasi seluler di Indonesia untuk bersaing secara rasional, terlebih setelah selesainya penataan ulang (refarming) pita frekuensi radio 2.1 GHz baru-baru ini.

Dengan bersaing secara rasional, kata Rudiantara, tentu pertumbuhan industri telekomunikasi Indonesia bisa lebih baik lagi dan masyarakat sebagai pengguna layanan telekomunikasi bergerak seluler tidak dirugikan.

“Teman-teman semua, selama tiga tahun setengah ini kita selalu bicaranya frekuensi kurang, saya pastikan kedepannya nggak akan kurang, selama operator berkompetisi secara rasional,” kata Rudiantara dalam jumpa pers terkait selesainya refarming pita frekuensi radio 2.1 GHz, di Jakarta, Senin (16/4).

Merujuk pada laporan keuangan perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang sudah go public (Tbk), dimana ada yang untung, ada yang untung ‘banget’, ada yang rugi, Rudiantara mengatakan,”Nah ini perlunya berkompetisi yang lebih rasional, apalagi di frekuensi.”

Apalagi, kata Rudiantara, pemerintah sekarang sedang mendorong konsolidasi. “Ini konsolidasi nanti ada pertanyaan frekuensi dibawa nggak? Pasti dijamin frekuensinya ada. Lima tahun, 10 tahun, frekuensi ‘diadain’ gimana caranya.”

Menkominfo memastikan pemerintah sedang menyiapkan log-log frekuensi-frekuensi tambahan, termasuk yang akan dibebaskan dan sebagainya, bahkan nanti kalau terjadi konsolidasi antara operator.

“Kalau terjadi konsolidasi antaroperator, nanti ada yang nanya frekuensinya dibawa nggak? Memang mau terus dibawa frekuensinya, apakah tetap mau bayar? Sementara pelanggannya cuma segitu, apakah tidak rugi?,” katanya.

Jadi, Rudiantara meminta sekali lagi agar operator bertindak rasional agar tidak terus dibebani Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi sementara pelanggannya terus berkurang.

“Saya sih dari sisi pemerintah seneng aja, dapet uang terus gitu loh. Tapi kita kan rasionalitas, keberlangsungan industri itu harus terus dijaga. Dan jangan lagi lah kita kompetisi tapi nggak rasional,” tegas Rudiantara.

Karena jika tidak rasional, industrinya tidak sehat, nanti justru yang dirugikan semua, masyarakat juga rugi. “Jadi rasionalitas dalam berkompetisi manfaatkan frekuensi ini seoptimalnya. Pemerintah sih happy-happy aja karena mendapatkan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak dari BHP frekunesi radio). Tahun lalu kita mendapatkan Rp20 triliun,” jelas Rudiantara.

Sementara mengenai selesainya refarming pita frekuensi 2.1 GHz, Menkominfo menyampaikan terima kasih kepada seluruh operator yang telah bahu membahu bersama jajaran Ditjen SDPPI. Ini merupakan kali kedua refarming selama Rudiantara menjabat sebagai Menkominfo.

Dan, kemungkinan adanya gangguan akibat proses refarming yang dikhawatirkan sebagian operator sama sekali tidak terjadi karena dilaksanakan pada jam-jam tidak sibuk pada tengah malam.

Rudiantara memastikan dengan selesainya refarming frekuensi 2.1 GHz pelayanan telekomunikasi bergerak seluler di Indonesia akan lebih baik lagi. Akses mobile internet, khususnya di kota-kota besar sudah tidak lemot lagi karena ada tambahan ruang pada frekuensi.

Dalam kesempatan itu, Menkominfo memberikan penghargaan kepada PIC masing-masing operator yang mengawal proses refarming ini sejak November tahun lalu, yakni Remayman Hasugian dari PT Indosat Tbk, Tetra Siti Sarah dari PT XL Axiata, Iswandi dari PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), Aan Suwandoko dari PT Hutchison 3 Indonesia (H3I), Adis Alifiawan sebagai wakil dari Ditjen SDPPI Kemkominfo, dan Apip Miptahuddin selaku project manager kegiatan refarming.

Menkominfo Rudiantara juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada semua jajaran di Ditjen SDPPI, khususnya di UPT-UPT Balai Monitor yang telah membantu refarming di daerah-daerah, yang berjalan dari satu lokasi ke lokasi lainnya, yang totalnya ada 42 klaster.

“Mudah-mudahan upaya yang kita lakukan, kita kerjakan dalam refarming ini memberikan barokah bagi kita semua terutama bagi pelanggan sehingga pelanggan bisa menikmati pelayanan seluler kita yang lebih baik lagi,” kata Rudiantara.

Hadir dalam jumpa pers ini mendampingi Menkominfo, yakni Dirjen SDPPI Ismail dan Direktur Penataan Sumber Daya Denny Setiawan serta dihadiri oleh sejumlah direktur Ditjen SDPPI, di antaranya , Plt Direktur Pengendalian SDPPI Nurhaedah, dan Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Mochamad Hadiyana.


Sumber/Foto : mukshinun/rst

Press Release

114/HM/KOMINFO/05/2018
24-05-2018

Penjelasan Adanya Hoax Terkait Informasi Viral IMEI dan Cyber Crime Polri

65/HM/KOMINFO/02/2018
05-03-2018

Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Me…

SIARAN PERS NO. 51/HM/KOMINFO/02/2018
18-02-2018

Kecepatan Sertifikasi Smartphone Dorong Kecepatan Produk Baru Hadiri Masyar…

Around SDPPI

SDPPI Jelaskan Modifikasi Akun e-Licensing Kepada Pengguna di Surabaya
19-09-2018

Surabaya (SDPPI) - Direktorat Operasi Sumber Daya, Ditjen SDPPI, Kemkominfo pada Selasa...

Jaringan Telekomunikasi Lombok Sudah Sepenuhnya Pulih Pascagempa
18-09-2018

Lombok (SDPPI) - Jaringan telekomunikasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, secara umum sudah...

Wujudkan Penempatan Tepat Pegawai, SDPPI Susun Standar Kompetensi Jabatan
18-09-2018

Bogor (SDPPI) - Penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia belum sepenuhnya...

Media Spotlight

Logo Kemkominfo

Beranda | Kominfo Portal | Email | Contact Us | Sitemap | Bahasa

© 2018 Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika