Perempuan Indonesia Harus Bisa Manfaatkan Internet untuk Pengembangan Diri

18-04-2018

Seminar Nasional Hari Kartini bertema “Perempuan Cerdas dan Santun di Era Digital” di Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta, Selasa(17/4).

Jakarta (SDPPI) - Kaum perempuan pengguna internet di Indonesia memang meningkat dari tahun ke tahun, namun masih banyak dari mereka yang belum memanfaatkan peluang kemajuan teknologi informasi kendati mereka sebenarnya memahami teknologi ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Asdep Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Ratna Susianawati dalam sambutannya mewakili Menteri PPA pada acara Seminar Nasional Hari Kartini bertema “Perempuan Cerdas dan Santun di Era Digital” di Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta, Selasa (17/4).

Ratna menegaskan bahwa TIK seharusnya menjadi hal penting bagi perempuan karena bisa memperbesar akses mereka atas berbagai macam sumber daya yang bisa digunakan baik untuk menunjang pendidikan bagi keluarga atau bahkan menambah penghasilan.

Di sisi lain, akses informasi yang tak terbatas juga diperlukan kemampuan untuk bisa menyaring informasi itu dengan baik.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2017, pengguna internet aktif di Indonesia mencapai sekitar 143 juta orang, dengan 51,43 persen pengguna laki-laki dan 48,57 persen pengguna perempuan.

“Fakta di lapangan, meski jumlah pengguna internet perempuan di Indonesia meningkat setiap tahunnya, masih banyak perempuan yang tidak mengerti fungsi teknologi informasi kendati mereka mengerti teknologi tersebut,” kata Ratna dalam seminar yang diadakan Direktorat Jenderal Informasi Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo ini.

Padahal, kata Ratna, informasi sangat dibutuhkan oleh perempuan guna menunjang tugas-tugasnya sebagai ibu rumah tangga, misal dalam hal paling sederhana yakni kesehatan keluarga.

Dari apa yang disampaikan Ratna Susianawati jelas bahwa perempuan Indonesia harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan era digital sekarang ini sebagai media untuk pengembangan dan pemberdayaan diri, terlebih dalam perjuangan emansipasi wanita yang diperjuangkan sejak dulu oleh RA Kartini.

Seminar nasional ini diikuti para perwakilan dari Kementerian dan Lembaga, LSM, media, Dharma Wanita, pejabat, dan staf Kementerian Kominfo yang semuanya mengenakan busana nasional.

Acara yang dibuka oleh Sekjen Kemkominfo Farida Dwi Cahyarini ini merupakan pembuka dari rangkaian perayaan Hari Kartini 2018 di lingkungan Kementerian Kominfo yang dilaksanakan pada 17 – 20 April 2018, termasuk di dalamnya ada kegiatan lomba dan bazar.

Sumber/Foto : Ayu BBPPT/rth

Siaran Pers

114/HM/KOMINFO/05/2018
24-05-2018

Penjelasan Adanya Hoax Terkait Informasi Viral IMEI dan Cyber Crime Polri

65/HM/KOMINFO/02/2018
05-03-2018

Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Me…

SIARAN PERS NO. 51/HM/KOMINFO/02/2018
18-02-2018

Kecepatan Sertifikasi Smartphone Dorong Kecepatan Produk Baru Hadiri Masyar…

Seputar SDPPI

SDM SDPPI Harus Mumpuni untuk Jawab Berbagai Perubahan
16-07-2018

Bogor (SDPPI) - Dalam menghadapi berbagai perubahan dunia yang sangat dinamis ke depan,...

SDPPI Terus Tingkatkan Kompetensi Pengendali Frekuensi
16-07-2018

Bogor (SDPPI) - Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen...

Terdakwa Penjual Perangkat Ilegal di Jakarta Divonis 4 Bulan Penjara
15-07-2018

Jakarta (SDPPI) - Pengadilan Negeri Jakarta Barat dalam persidangan minggu kedua Juli 2018...

Sorotan Media

Logo Kemkominfo

Beranda | Portal Kominfo | Surel | Hubungi Kami | Peta Situs | Switch to English

© 2018 Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika