Frequency Goes to Campus Cetak Generasi Ramah Frekuensi

13-09-2018

Sesditjen SDPPI, Kemkominfo, R. Susanto menyerahkan plakat kepada Rektor Universitas Tridinanti Palembang Nyimas Manisah di sela kegiatan Frequency Goes to Campus di Universitas Tridinanti Palembang, Sumsel, Kamis (13/9/2018).

Palembang (SDPPI) - Pemahaman generasi muda mengenai spektrum frekuensi radio dan pemanfaatannya sangat penting, terutama dalam era digital, karena mereka akan terpengaruh langsung oleh perkembangan cepat bidang yang berkaitan erat dengan frekuensi radio yakni teknologi informasi dan komunikasi.

Sebagai contoh, dampak dari perkembangan cepat teknologi, sekitar 52,6 juta pekerjaan akan berpotensi tergantikan oleh sistem otomatisasi di Indonesia, dan 60 persen jabatan pekerjaan di dunia akan menggunakan mesin.

“Ini saya bicara tiga sampai lima tahun ke depan, jadi bukan generasi saya, tapi generasi Anda yang akan menentukan,” kata Tenaga Ahli Menkominfo, Freddy H. Tulung, kepada lebih 600 mahasiswa dalam sosialisasi yang digelar Ditjen SDPPI bertajuk “Frequency Goes to Campus” di Universitas Tridinanti Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (13/9).

Namun di tengah tergerusnya kesempatan untuk pekerjaan-pekerjaan dasar, kata Freddy, akan muncul bidang pekerjaan baru yang dahsyat dan berbeda. “Dan di sini lah kita berbicara mengenai teknologi informasi. Di sini lah kita berbicara yang namanya digital tadi.”

Oleh karena itu, lanjut Freddy, pemahaman tentang spektrum frekuensi radio yang berkaitan erat dengan perkembangan teknologi informasi ke depan sangat lah penting bagi generasi muda. Ia mengakui bahwa isu spektrum frekuensi radio di kalangan masyarakat bukan lah isu yang popular sehingga penting bagi Ditjen SDPPI, Kemkominfo untuk terus menyosialisasikannya.

Selain pemahaman soal spektrum frekuensi radio, kemudian aspek regulasi, diskusi-diskusi mengenai kesempatan kita sebagai bangsa dalam memanfaatkan perkembangan teknologi di era digital juga sangat penting.

“Itulah kenapa Penggunaan frekuensi perlu diatur. Ini penting supaya kita bisa merebut kesempatan itu. Tetapi yang tidak kalah pentingnya, supaya kita juga disiplin dalam memanfaatkan yang namanya frekuensi yang erat kaitannya dengan era digital,” kata Freddy menjelaskan.

Berbeda dengan Freddy, Kepala Subdirektorat Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat, Direktorat Penataan Sumber Daya, Ditjen SDPPI, Aryo Pamoragung, menjelaskan menganai manfaat spektrum frekuensi radio bagi masyarakat, ketentuan perundang-undangannya, serta prioritas kebijakan pemerintah dalam bidang ini.

Aryo juga menjelaskan mengenai jangkuan (coverage) jaringan komunikasi mobile broadband di Indonesia, yang pada 2017 untuk 4G sudah mencapai 73,77 persen wilayah pedesaan, 73,63 kabupaten, dan 82,68 persen wilayah perkotaan di seluruh Indonesia.

Kepala Seksi Standar Infrastruktur Telekomunikasi Radio, Direktorat Standardisasi PPI, Ditjen SDPPI Andi Faisa Achmad, dalam Frequency Goes to Campus ini, memaparkan mengenai pentingnya standardisasi perangkat telekomunikasi. Perangkat yang tidak bersertifikasi, menurutnya berpotensi menimbulkan gangguan, yang bahkan bisa membahayakan kesehatan manusia.

Sementara Sekretaris Ditjen SDPPI R. Susanto, usai membuka kegiatan ini, kepada wartawan mengatakan bahwa era digital yang bergantung pada optimalisasi konten dan aplikasi harus ditopang dengan infrastruktur yang kuat dan spektrum frekuensi adalah salah satu infastruktur jaringan yang harus disiapkan.

“Seluruh perangkat telekomunikasi harus mendapatkan sertifikat sebelum diedarkan untuk menjamin kualitas dan tidak mengganggu keamanan dan kesehatan,” lanjutnya.

Frequency Goes to Campus yang digelar Ditjen SDPPI, Kemkomonfo, di Universitas Tridinanti Palembang dan diikuti lebih dari 600 mahasiswa-mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi di Sulsel ini juga menghadirkan Kepala Seksi Sarana dan Pelayanan Balmon Kelas 1 Palembang Salman danTenaga Ahli Riset dan Metodologi, Kemkominfo, Otho Hernowo Hadi sebagai narasumber, dan Ismail Cawidu sebagai moderator.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Rektor Universitas Tridinanti Nyimas Manisah, Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian, Ditjen SDPPI, Hasyim Fiater, Kabalmon Kelas I Palembang Muhammad Sopingi.

Frequency Goes to Campus digelar dengan tujuan memberikan pamahaman kepada para mahasiswa atau generasi milenial mengenai pemanfaatan frekuensi radio dan perangkat telekomunikasi, berikut regulasinya, guna mewujudkan generasi muda yang ramah frekuensi.

(Sumber/foto: Gatut/Iwan)

Siaran Pers

114/HM/KOMINFO/05/2018
24-05-2018

Penjelasan Adanya Hoax Terkait Informasi Viral IMEI dan Cyber Crime Polri

65/HM/KOMINFO/02/2018
05-03-2018

Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Me…

SIARAN PERS NO. 51/HM/KOMINFO/02/2018
18-02-2018

Kecepatan Sertifikasi Smartphone Dorong Kecepatan Produk Baru Hadiri Masyar…

Seputar SDPPI

SDPPI Jelaskan Modifikasi Akun e-Licensing Kepada Pengguna di Surabaya
19-09-2018

Surabaya (SDPPI) - Direktorat Operasi Sumber Daya, Ditjen SDPPI, Kemkominfo pada Selasa...

Jaringan Telekomunikasi Lombok Sudah Sepenuhnya Pulih Pascagempa
18-09-2018

Lombok (SDPPI) - Jaringan telekomunikasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, secara umum sudah...

Wujudkan Penempatan Tepat Pegawai, SDPPI Susun Standar Kompetensi Jabatan
18-09-2018

Bogor (SDPPI) - Penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia belum sepenuhnya...

Sorotan Media

Logo Kemkominfo

Beranda | Portal Kominfo | Surel | Hubungi Kami | Peta Situs | Switch to English

© 2018 Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika