Dirjen SDPPI : Jadikan Teknologi Baru Memajukan Masyarakat

Dirjen SDPPI Ismail sebagai narasumber dalam kegiatan Smart Society 5.0 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Jakarta (SDPPI) - Di tengah perkembangan industry 4.0 yang terus bergulir saat ini kita telah disuguhkan perbincangan mengenai Society 5.0, ini menjadi suatu hal penting yang perlu diperhatikan agar kedepannya kita dapat memastikan teknologi baru tidak merusak masyarakat.

“Pembahasan ini penting untuk memastikan pemanfaatan teknologi digital yang lebih berorientasi pada masa depan dan dapat memudahkan kehidupan sehari-hari, selain itu juga harus memastikan bahwa teknologi baru ini tidak merugikan masyarakat” ucap Direktur Jenderal SDPPI Ismail dalam sambutannya pada kegiatan Lintas Teknologi Solutions Day : Smart Socirty 5.0 for Indonesia 2023, Kamis (23/11/2023).

Direktur Jenderal SDPPI juga meminta agar para pelaku usaha, organisasi maupun komunitas yang bergerak di bidang teknologi baru ini untuk mencari referensi sebanyak mungkin dari beberapa negara yang telah berhasil menjalankannya.

“Cari benchmark dari negara lain, fokus pada yang positif, tinggalkan negatifnya. Karena untuk menyongsong society 5.0 kita harus banyak belajar dan melakukan trial and error terlebih dahulu sebelum semuanya dapat dirasakan” jelasnya.

Pada kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Ritz-Carlton Jakarta ini, Direktur Jenderal SDPPI Ismail selain memberikan sambutan mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi juga menjadi salah satu narasumber yang memaparkan Exploring the Role of Information and Communication Technology in Shaping Smart Society 5.0.

Dalam paparannya Ismail menjelaskan bahwa dalam rangka menghadirkan infrasturuktur digital yang mumpuni Kementerian Kominfo melakukan tindakan nyata diantaranya peluncuran Satelit Satria-1, pembangunan BTS 4G seperti perluasan jaringan Fiber optic, pengembangan 5G hingga pengelolaan spektrum frekuensi radio untuk mendukung kebutuhan masyarakat pada era Society 5.0 saat ini.

Dan juga Ia mengungkapkan, Society 5.0 merupakan konvergensi antara informasi data dan artificial intelligence. Dalam rangka mewujudkan Society 5.0, saat ini pemerintah sedang membangun Pusat Data Nasional (PDN) salah satunya di Cikarang. Dalam mengembangkan smart city pemerintah kota dan kabupaten diharapkan dapat semakin optimal.

“Kementerian Kominfo secara konsisten berusaha merespon kebutuhan digitalisasi indonesia melalui pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di seluruh negri, karena smart city memiliki potensi ekonomi yang nantinya diperkirakan menghasilkan sekitar 5,2 Triliun Dollar Amerika” ucapnya.

Maka dari itu, Kementerian Kominfo sejak tahun 2017 telah menginisiasi Gerakan Menuju 100 Smart City. “Hingga tahun 2023 sudah ada 241 kota/kabupaten yang terlibat dalam perencanaan Smart City” Jelasnya.

Dirjen SDPPI berharap para pemangku kepentingan di bidang digital dapat berbagi gagasan dan pengalaman yang inovatif agar membantu terwujudnya visi Smart Society 5.0 serta bertanggung jawab memastikan pemanfaatan teknologi menjadi alat yang bisa memajukan kehidupan bangsa,.

“Mari bersama-sama melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan kita wujudkan Society 5.0 sebagai salah satu upaya dalam menghadirkan Indonesia terkoneksi.” tutupnya.

(Sumber/ Foto : Fandi R/ Manda, Setditjen)

Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `SDPPI Digital Assitant`
Banner `SDPPI Maps`
Banner `IFaS-Fest 2024`